Posted on

10 Fakta Unik Tentang Sugar Glider

Sugar glider atau yang dikenal dengan nama latin Petaurus Breviceps merupakan salah satu hewan jenis Marsupial (mamalia yang betinanya berkantong) yang hidup di hutan tropis Australia dan Indonesia bagian timur. Meskipun fisiknya mirip dengan bajing, tupai, atau possum, tapi hewan ini masih satu keluarga dengan kangguru.

Bagi yang ingin tahu lebih banyak tentang hewan mungil ini, berikut merupakan beberapa fakta unik tentang sugar glider. Di antaranya,

  1. Bisa terbang

Membran patagia (parasut) yang terbentang di antara kaki depan dan belakang hewan ini mampu membuatnya meluncur (glid) sejauh kurang lebih 50 meter.

  1. Hewan mini

Ukuran badan sugar glider hanya sekitar 17 cm dengan ekor sepanjang 19 cm. Sedangkan beratnya sekitar 115 gram untuk betina dan 140 gram untuk jantan. Bisa dibayangkan betapa mungilnya hewan lucu ini.

  1. Pemakan segala

Meskipun mungil, hewan lucu ini termasuk pemakan segala. Mereka suka menghisap getah pohon, makan biji-bijian, buah-buahan, jamur, telur burung, hingga berburu kadal dan serangga.

  1. Aktif di malam hari

Mata lebar merupakan bekal utama sugar glider untuk melihat saat gelap. Sedangkan telinganya berfungsi untuk mendeteksi lokasi mangsa saat malam hari.

  1. Berkantong

Karena termasuk keluarga kangguru yang berjenis marsupial, sugar glider betina memiliki kantong untuk membawa bayi mereka yang baru lahir hingga berumur 70 hari.

  1. Bersarang di lubang pohon

Di alam liar, hewan yang juga dikenal dengan nama possum melayang ini hidup dan bersarang di lubang pepohonan tua yang telah ditandai dengan urine.

  1. Memiliki jari unik

Sugar glider memiliki empat jari dan satu ibu jari yang saling berlawanan arah. Jari unik tersebut berfungsi sebagai kait yang memudahkan mereka mencengkeram dahan pohon.

  1. Tidak pernah berburu di tanah

Di habitat aslinya, possum melayang bergerak dengan cara meluncur atau melompat dari satu pohon ke pohon lainnya. Karena itulah saat berburu mereka hampir tidak pernah menyentuh tanah.

  1. Aroma khas

Sugar glider jantan memiliki bulu di atas kepala mereka. Bulu tersebut biasanya dioleskan pada pohon dan daun hingga mengeluarkan aroma khas. Aroma tersebut berfungsi sebagai penanda, bahwa tempat tersebut merupakan daerah kekuasaan si jantan.

  1. Berkelompok

Sugar glider termasuk hewan yang suka berkelompok. Dalam satu kelompok biasanya ada sekitar 25 hingga 30 ekor.

Itulah beberapa fakta unik tentang hewan khas Indonesia tersebut. Semoga bermanfaat.

Posted on

Serunya Komunitas Sugar Glider di Indonesia!

Apa sih sebenarnya sugar glider itu?

Sugar glider merupakan hewan asli Indonesia yang berasal dari Papua. Secara fisik, hewan ini mirip dengan tupai dan bajing. Apalagi sugar glider memiliki membran patagia (sayap yang berfungsi sebagai parasut) yang mirip dengan membran pada tupai. Padahal kenyataannya, hewan ini termasuk jenis marsupial dan masih satu keluarga dengan kangguru.

Tidak heran jika selain di Papua, sugar glider juga bisa ditemukan di hutan Australia dan Pulau Tasmania. Meskipun habitat aslinya berada di hutan, tetapi banyak orang yang membudidayakan hewan ini. Di Indonesia sendiri, sugar glider termasuk salah satu hewan yang memiliki banyak peminat.

Bentuk mungil dan wajah lucu merupakan alasan mengapa banyak orang yang ingin menjadikan hewan ini sebagai peliharaan. Apalagi perawatan sugar glider termasuk mudah dan kandangnya tidak memakan banyak tempat. Karena peminatnya cukup banyak, tidak heran jika di Indonesia banyak bermunculan komunitas pecinta sugar glider.

Baik secara online maupun offline komunitas-komunitas tersebut sering sekali mengadakan pertemuan. Pembahasannya pun beragam, mulai dari jenis sugar glider, stabilitas harga, cara perawatan, tips pembuatan kandang, potong kuku gratis, hingga cara melatih untuk hewan lucu tersebut agar bonding dengan owner nya.

Selain membahas segala hal tentang sugar glider, komunitas-komunitas ini memiliki tujuan yang sama. Yaitu untuk mencintai, mengedukasi dan melestarikan populasi berbagai jenis sugar glider di Indonesia. Menurut mereka, daripada hewan ini diburu secara liar dan diperjual belikan sebagai bahan makanan. Lebih baik sugar glider dibudidayakan dan dipelihara sebagaimana hamster, marmut, dan kelinci.

Apalagi menurut data statistik, sekitar 90% sugar glider yang beredar di dunia berasal dari Papua. Hal ini terjadi karena perburuan hewan mungil ini merajalela di sana. Berbeda dengan Australia dan Pulau Tasmania yang memperlakukan sugar glider sebagai hewan langka.Sehingga perburuan liar ditindak secara hukum di negara tersebut.

Keadaan ini tentu saja sangat mengkhawatirkan. Karena jika dibiarkan, populasi hewan asli Indonesia tersebut lama kelamaan akan berkurang. Sebagai salah satu langkah preventif, Komunitas Pecinta Sugar Glider Indonesia (KPSGI) pun dibentuk. Sebagai bentuk keseriusan, komunitas ini tidak hanya bersosialisasi dengan sesama pecinta sugar glider di kota-kota Indonesia.

Tetapi juga berupaya untuk melestarikan hewan tersebut melalui budidaya dan peternakan. Dalam hal ini termasuk pelestarian jenis sugar glider yang langka dan mahal seperti Albino dan Leucistic.

Jadi, apakah Anda tertarik untuk ikut serta dalam upaya pelestarian sugar glider. Jika iya, silahkan bergabung dengan KPSGI regional di kota Anda.

Posted on

5 Jenis dan Harga Sugar Glider di Indonesia

Sugar glider atau yang juga dikenal sebagai possum melayang merupakan hewan asli Indonesia yang berhabitat di hutan Papua. Hewan ini banyak ditemukan bersarang di lubang-lubang pepohonan tua dan aktif saat malam hari. Belakangan, hewan yang mirip dengan tupai tersebut banyak diminati orang untuk dijadikan peliharaan.

Bentuk badannya yang mungil dan wajahnya yang lucu menjadi daya tarik tersendiri bagi para pecinta hewan. Apalagi perawatan sugar glider tergolong mudah. Tidak heran jika semakin hari, peminat hewan berjenis marsupial ini semakin meningkat.

Di Indonesia sendiri, Ada beberapa jenis sugar glider yang cukup populer dan memiliki banyak penggemar. Berikut beberapa jenis dan harga sugar glider yang populer di kalangan pecintanya.

  1. Classic Grey

Dari semua jenis sugar glider, Grey merupakan jenis yang paling populer dan ramah bagi pemula. Hewan unik ini memiliki ciri-ciri khusus berupa warna tubuh abu-abu yang dihiasi dengan corak berwarna putih berbentuk huruf “V” di bagian kepala. Harga sugar glider Grey dewasa dibanderol sekitar Rp400.000 hingga Rp500.000 per ekor.

  1. White Face

Sama seperti namanya, jenis ini memiliki wajah yang didominasi warna putih. Meskipun sekilas bentuk fisiknya mirip jenis Grey, tetapi warna putih pada wajah White Face lebih dominan dibanding Grey yang didominasi warna abu-abu. Untuk satu ekor White Face, Anda harus mengeluarkan uang sekitar 1,5 hingga 2,5 juta rupiah.

  1. Mosaic

Jika White Face memiliki warna dominan putih pada wajah, Mosaic  didominasi warna putih mulai dari wajah hingga ujung ekornya. Sedangkan di ujung kepala, terdapat sedikit corak abu-abu yang membentuk garis hingga ke ekor. Kecantikan corak dan warna inilah yang membuat Mosaic dibanderol sekitar Rp3.500.000 hingga Rp6.000.000 per ekornya.

  1. Leucistic

Apakah Anda pecinta warna putih? Jika iya, Leucistic mungkin akan membuat Anda tergila-gila. Jika jenis lain masih memiliki corak abu pada tubuh dan wajah, jenis ini hanya memiliki satu warna dan corak, yaitu putih. Karena keunikannya ini, Leucistic tergolong sebagai sugar glider termahal. Harga sugar glider jenis ini berkisar sekitar 4,5 hingga 6 juta.

  1. Albino

Meskipun tergolong kecacatan, sugar glider Albino dianggap unik dan menarik. Perbedaan jenis ini dan Leusistic terletak pada warna matanya. Albino memiliki warna merah darah yang menarik dan cantik. Untuk memilikinya, pecinta sugar glider harus mengeluarkan uang sekitar 10 hingga 15 juta per ekornya.

Jadi, jenis sugar glider manakah yang Anda minati?

Posted on

Ingin Menjual Sugar Glider? Ini 3 hal yang Harus Diperhatikan

Pernah melihat sugar glider? Secara fisik hewan ini mirip dengan tupai atau bajing, hanya saja ukurannya jauh lebih mungil. Panjang tubuh hewan lucu ini sekitar 12-17 cm saja, sedangkan beratnya tidak lebih dari 200 gram. Jadi jangan heran jika belakangan banyak sekali orang yang berminat untuk memelihara sugar glider.

Tingginya angka peminat hewan yang juga dikenal sebagai possum melayang ini secara tidak langsung membuat jumlah peternak  dan penjual sugar glider juga meningkat. Apalagi belakangan harga hewan lucu ini semakin meningkat. Jadi jika bicara soal keuntungan, bisnis jual sugar glider jelas sangat menggiurkan.

Nah, jika Anda tertarik terjun di bidang budidaya hewan yang berasal dari Indonesia Timur ini, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Di antaranya,

  1. Persiapan mental

Meskipun kelihatannya mudah, beternak sugar glider bukan hal yang bisa disepelekan. Pengetahuan dasar tentang perawatan hewan ini tentu sangat dibutuhkan. Jangan sampai hanya karena tergiur untung, Anda lalai dan tidak memperhatikan setiap detail.

Tidak hanya soal kandang, Anda juga harus tahu makanan apa yang harus diberikan, bagaimana cara merawat sugar glider yang sedang sakit, hingga bahan-bahan kimia yang tidak boleh dikonsumsi. Jadi, sebelum terjun di bisnis ini, pastikan Anda menguasai beberapa ilmu dasar dan pengetahuan umum.

  1. Waktu, tempat, dan tenaga yang memadai

Agar bisnis jual sugar glider mendatangkan keuntungan, Anda harus cukup berdedikasi dan mencurahkan segala pikiran pada bisnis ini. Sediakan waktu, tempat, dan tenaga yang memadai untuk mengelola peternakan sugar glider.

Bahkan jika bisa, sediakan tempat yang nyaman dan leluasa agar sugar glider tidak mudah bosan atau mengalami obesitas. Sisihkan juga sebagian besar waktu untuk mendedikasikan diri pada bisnis yang dijalani. Karena meskipun perawatannya cukup mudah, sugar glider tetap membutuhkan perhatian khusus agar bisa tumbuh dan terjual dengan baik.

  1. Mulai dengan 2 ekor sugar glider sebagai indukan

Untuk memulai bisnis ini, belilah sepasang sugar glider sebagai indukan. Hewan lucu ini biasanya dijual sekitar Rp400.000 hingga Rp600.000 per ekor. Saat memilih indukan, pilihlah hewan yang bermata jernih, bulunya lembut (tidak kumal), tidak cacat, ekor utuh, dan tidak memiliki luka.

Karena bagaimanapun juga, indukan unggul dapat menentukan kualitas anakan yang dihasilkan.

Jadi, masih tertarik untuk berbisnis jual sugar glider? Semoga artikel ini bisa bermanfaat dan menjadi referensi bagi para calon peternak dan penjual hewan lucu nan mungil tersebut.

Posted on

Tips Membuat Kandang Sugar Glider yang Nyaman

Beberapa tahun belakangan popularitas sugar glider sebagai hewan peliharaan cukup meningkat. Wajah yang imut dan bentuk fisiknya yang mungil membuat banyak orang tertarik memelihara hewan yang habitat aslinya berada di Australia dan Indonesia Timur tersebut.

Selain itu, perawatan sugar glider juga cukup mudah. Soal makanan, kita juga tidak perlu repot. Karena tergolong hewan omnivora, sugar glider atau yang dikenal dengan possum melayang suka dengan berbagai jenis makanan. Serangga, kadal, getah pohon/nektar, biji-bijian, buah-buahan, dan jamur adalah makanan favorit hewan mungil ini.

Nah, jika Anda tertarik memelihara hewan mungil ini ada beberapa persiapan yang harus dilakukan. Salah satunya adalah dengan menyediakan kandang. Berikut merupakan beberapa tips membuat kandang sugar glider yang bisa dijadikan referensi. Mari kita simak ulasannya!

  1. Ukurannya tepat

Karena bertubuh mungil, sugar glider tidak membutuhkan kandang yang luas. Tapi bukan berarti kita harus menyediakan kandang yang sempit dan kecil. Buatlah kandang dengan ukuran yang tepat. Hewan ini senang sekali melompat dan memanjat, karena itu buatlah kandang dengan ukuran yang cukup leluasa bagi sugar glider untuk beraktivitas.

  1. Ada tempat makan dan minum

Untuk tempat makan dan minum, gunakan wadah khusus yang biasanya dipakai pada kandang burung atau hamster. Selain praktis, tempat semacam itu juga antitumpah, sehingga kandang sugar glider  mudah dibersihkan dan senantiasa rapi.

  1. Ada mainan

Sama seperti hamster, untuk mencegah sugar glider peliharaan terkena obesitas sediakan mainan seperti roda berputar atau jembatan dari tali. Selain bisa mencegah obesitas, mainan tersebut juga bisa menjadi hiburan tersendiri bagi peliharaan Anda.

  1. Ada tempat bersembunyi

Meskipun sudah berada di dalam kandang, sugar glider masih membutuhkan tempat bersembunyi seperti rumah-rumahan mungil atau terowongan mainan. Tempat bersembunyi tersebut selain dapat mencegah sugar glider terpapar sinar matahari langsung saat dijemur, juga bisa menyembunyikan hewan ini dari predator seperti kucing dan anjing.

  1. Sediakan serbuk kayu sebagai alas kandang sugar glider

Sama halnya seperti pada kandang kucing Anggora, fungsi serbuk kayu adalah untuk mencegah lembap pada kandang. Agar kandang senantiasa bersih, usahakan untuk mengganti sebuk kayu dengan yang baru minimal seminggu dua kali. Selain serbuk kayu anda juga bisa menggunakan pasir zeloid atau koran sebagai penggantinya.

Nah, itulah beberapa tips tentang membuat kandang sugar glider yang nyaman. Semoga informasi ini bermanfaat dan selamat mencoba.

Posted on

Rawat dan Manjakan Sugar Glider dengan Aksesoris Ini

Sudah punya sugar glider di rumah? Selain hanya memberi makan dan tempat tidur apa adanya, cobalah untuk memanjakan hewan marsupial imut satu ini dengan aksesoris lainnya. Mulai dari kandang sampai gunting kuku khusus, berikut aksesoris sugar glider yang perlu Anda miliki.

Kandang 

Tentu saja, Anda memerlukan sebuah kandang sebagai rumah si kecil. Kandang yang dijual pun beragam bentuk dan ukurannya. Umumnya, model kandang sugar glider tidak jauh berbeda dengan kandang untuk hewan peliharaan lainnya. Agar lebih aman, Anda bisa memberi tambahan berupa gembok dan kunci.

Wadah makan dan minum

Tentu saja, wadah makan dan minum adalah aksesoris sugar glider yang paling penting setelah kandang. Dimensi yang dibuat oleh masing-masing produsen tentu berbeda, pun dengan pilihan bentuk, warna, dan bahannya.

Alas kandang

Agar istirahat sugar glider kesayangan menjadi lebih nyaman dan merasa hangat, lapisi alas kandang dengan aksesoris ini. Dengan busa tipis yang dilapisi kain, alas kandang tentu akan memanjakan sugar glider Anda. Ukuran yang tersedia di pasaran pun beragam sehingga dapat disesuaikan dengan ukuran kandang.

Kantung tidur (sleeping pouch)

Apakah Anda ingin pergi bertamasya ke taman atau sekadar berkeliling pusat perbelanjaan ditemani dengan hewan kecil ini? Karena membawa kandang bukanlah opsi yang praktis, gunakan sleeping pouch. Sugar glider akan lebih nyaman menemani Anda di dalam wadah hangat berbentuk kantung semar ini dibandingkan hanya berada di dalam saku kemeja.

Travel cage and kits

Anda yang suka bepergian jangan melewatkan aksesoris sugar glider yang satu ini. Dengan travel cage and kits, Anda tidak perlu meninggalkan ‘tupai berkantung’ ini di rumah dengan perasaan was-was. Motif dan model yang berada di pasaran pun beragam, sehingga Anda semakin mudah untuk memilih mana yang paling pas untuk peliharaan tersayang.

Gunting kuku

Nail clipper alias gunting kuku (pemotong kuku) juga penting untuk merawat sugar glider. Bagian ujungnya dibuat runcing dengan desain yang khusus, sehingga lebih aman saat digunakan untuk memotong kuku-kuku kecil SG.

Semakin mudah kini menemukan aksesoris lucu dan bermanfaat untuk si menggemaskan sugar glider. Dengan harga yang juga relatif murah, yuk makin rawat dan manjakan sugar glider kesayangan!

Posted on

Buktikan Lucunya Sugar Glider Berikut Ini

Sudah pernah mendengar sugar glider? Hewan malam alias nokturnal ini menjadi salah satu hewan peliharaan yang memiliki cukup banyak penggemar.

Alasan utamanya adalah keunikan bentuknya yang sangat menggemaskan. Bahkan sekalipun Anda belum pernah wujudnya secara langsung, melihat gambar sugar glider di internet saja bisa membuat Anda ketularan merasa gemas. Di dunia nyata, tingkahnya yang lincah pun dijamin akan membuat Anda ingin mengadopsinya.

Tidak percaya? Simak hal-hal berikut ini dan buktikan sendiri lucunya hewan satu ini.

Hanya seukuran saku

Seperti hal-hal berukuran kecil lainnya yang cenderung membuat gemas, pun demikian dengan sugar glider. Ukuran tubuh hewan yang menyerupai tupai ini memang kecil—tidak lebih dari 30 cm saat berukuran dewasa.

Nah, sekarang bayangkan seberapa kecil dan mungilnya hewan satu ini saat masih dalam tahap joey. Bahkan telapak tangan Anda pun jauh lebih besar! Karena itu, para pemiliki hewan ini juga kerap memasukkannya ke dalam saku pakaian mereka saat sedang berjalan-jalan. Sesekali, sugar glider akan muncul seperti mengintip dari balik saku.

Mata yang besar

Mata yang besar membuat gambar sugar glider menjadi lebih hidup dan menarik perhatian Anda saat melihatnya. Sebagian besar jenis hewan ini memiliki mata berwarna hitam kelam—jenis albino memiliki mata berwarna merah.

Mata yang besar dan lebar ini tidak dapat dipisahkan dari karakter sugar glider sendiri. Sebagai hewan nokturnal alias hewan yang aktif pada malam hari, mereka membutuhkan mata yang lebar untuk melihat dalam kegelapan. Selain itu untuk membantu indra penglihatan yang terbatas, telinga sugar glider juga sangat tajam untuk menemukan lokasi sebuah objek di kegelapan.

Lincah dan manja

Karena pada dasarnya hewan liar, wajar jika sugar glider menjadi sangat licah. Kendati demikian, jika sudah bonding antara pemilik dan sugar glider, hewan ini akan menjadi lebih mudah dikendalikan.

Selain itu, hewan ini juga bisa bermanja-manja yang menggemaskan. Bermanja-manja di sini pun bukan dalam arti yang negatif. Hewan ini akan merasa aman dan nyaman tidur di tangan pemilik sembari diusap-usap permukaan tubuhnya yang ditumbuhi bulu-bulu halus dan diayun-ayun. Selain itu bila dilepas di ruang terbuka (free room), sugar glider juga akan mudah kembali kepada Anda dengan memanjati bagian tubuh Anda hingga sampai ke bahu pundak anda.

Melihat gambar sugar glider saja tidak akan cukup untuk membuktikan dan memuaskan kegemasan. Cobalah untuk berinteraksi langsung dengan marsupial ini dan buktikan kelucuannya! J Yuk Adopt….!