Posted on

Apakah Memelihara Sugar Glider Mahal?

Sugar glider mungkin kecil, tetapi memelihara hewan eksotis ini membutuhkan perencanaan biaya. Harga sugar glider murah biasanya sekitar 400 hingga 500 ribu Rupiah untuk jenis classic grey, tetapi jenis yang lebih eksotis seperti mosaic dan white tip bisa berharga antara 5 hingga 15 juta Rupiah. Pemilik sugar glider juga disarankan untuk membeli pasangan bagi hewan peliharaannya, sehingga biayanya bisa lebih mahal lagi.

 

Jika melihat harganya, memelihara sugar glider terlihat seperti hobi yang mahal. Akan tetapi, biaya pemeliharaan hariannya sebenarnya tidak terlalu mahal, terutama bagi penggemar hewan peliharaan eksotis. Berikut beberapa aspek pembiayaan utama yang harus Anda perhatikan.

 

Kandang dan Pouch

Kandang dan pouch termasuk kebutuhan utama untuk sugar glider. Kandangnya hampir mirip dengan kandang hamster, dengan ukuran yang cukup besar. Ukuran idealnya adalah sebesar kandang hamster bertingkat tiga. Sementara itu, tas (pouch) digunakan sebagai tempat tidur di dalam kandang, atau untuk membawa sugar glider ke luar rumah serta melakukan proses bonding.

 

Harga kandang biasanya cukup murah, yaitu sekitar 150 hingga 200 ribu Rupiah. Sementara itu, pouch untuk sugar glider biasanya sekitar separuhnya, karena ukurannya yang kecil.

 

Makanan

Sugar glider butuh makanan sehat serta asupan vitamin dan protein. Selain buah dan sayuran segar, Anda harus sering membeli makanan berupa serangga atau mealworm kering khusus, namun produk ini harganya biasanya cukup murah. Ada juga produk makanan dengan nutrisi lengkap, dengan harga sekitar 50 hingga 60 ribu Rupiah per kemasan.

 

Makanan ringan juga diperlukan sebagai selingan bergizi. Untuk makanan ringan, Anda bisa memberikan honey stick atau fish snack. Produk semacam ini bisa diperoleh di toko khusus seperti AdewapGlider.

 

Biaya ke Dokter Hewan

Jika sugar glider Anda terlihat sakit, Anda harus membawanya ke dokter hewan untuk diperiksa. Jangan lupa menyiapkan biaya untuk layanan ini. Tanyakan pada dokter atau klinik hewan setempat soal prosedur pemeriksaan sugar glider, serta perkiraan biaya untuk prosedur standar, agar Anda bisa menyisihkan uang.

 

Di luar ketiga hal ini, sugar glider termasuk hewan yang tidak memiliki terlalu banyak kebutuhan. Walau harga sugar glider murah masih terlihat mahal, proses memeliharanya tidak memakan banyak biaya, jadi jangan ragu untuk mencoba memelihara sugar glider.

Posted on

Tips Mengatur Pola Makan Tupai Terbang

Tupai terbang alias sugar glider membutuhkan pola makan khusus agar selalu sehat. Untungnya, walau harga tupai terbang lumayan mahal, kebutuhan makan mereka tidak terlalu merepotkan. Anda hanya harus memerhatikan asupan gizi, karena tupai terbang dalam kandang membutuhkan protein dan mineral yang cukup.

 

Menurut panduan dari Holly House Veterinary Hospital di Leeds, Inggris, sekitar 50 persen asupan makanan tupai terbang harus mengandung mineral, kalsium, dan protein, dan sisanya berupa vitamin, gula alami, serta serat dari sayur dan buah. Berikut panduan setiap kelompok makanan untuk diberikan kepada tupai terbang Anda.

 

Protein Hewani

Tupai terbang di alam bebas adalah pemakan serangga dan buah-buahan. Anda bisa memberikan serangga kering sebagai sumber protein, mineral, dan kalsium. Akan tetapi, jangan asal menangkap serangga untuk diberikan, karena bisa mengandung jejak-jejak insektisida dan pupuk kimia. Berikan produk serangga kering atau mealworm yang khusus dibuat untuk hewan peliharaan.

 

Sebagai selingan, Anda juga bisa memberi potongan kecil ayam rebus tanpa tulang, atau telur rebus dengan kulitnya (belah sebelum diberikan). Jangan terlalu banyak agar tupai terbang tidak mengeluarkan bau, dan hindari memberi telur atau daging mentah.

 

Buah dan Sayur

Separuh dari diet alami tupai terbang adalah buah, jadi berikan potongan-potongan kecil buah dan sayur sebagai sumber vitamin serta gula. Jenis buah dan sayuran yang disarankan antara lain apel, pisang, pepaya, semangka, melon, mangga, nanas, kubis, labu kuning, seledri, ubi, lobak, tomat, wortel, dan kol. Jangan lupa menyingkirkan biji buah sebelum memberi makan.

 

Semua buah dan sayur ini sifatnya selingan, dan Anda harus tetap memberi makanan jenis lain untuk asupan gizi yang lengkap. Beberapa jenis buah dan sayur seperti jeruk, mentimun, bayam, dan jagung sebaiknya tidak diberikan setiap hari.

 

Selingan Bergizi

Agar tupai terbang tidak bosan, berikan makanan selingan yang bergizi. Makanan seperti hasil olahan madu atau stik ikan banyak dijual di toko khusus perlengkapan pemeliharaan tupai terbang, seperti AdewapGlider. Anda juga bisa memberi yogurt tanpa gula sebagai tambahan kalsium, tetapi jangan terlalu sering.

 

Jika Anda sudah mengeluarkan uang banyak untuk harga tupai terbang, pastikan memeliharanya dengan baik. Berikan makanan bergizi agar tupai terbang Anda selalu sehat.

Posted on

Kenali Tanda-Tanda Stres pada Sugar Glider

Memelihara sugar glider memberi sensasi tersendiri, karena hewan ini mungil dan senang menempel pada pemiliknya jika sudah akrab. Sugar glider joey alias anakan juga terkenal mudah diajari untuk beradaptasi serta dekat dengan pemiliknya (bonding). Akan tetapi, ini bukan berarti sugar glider tidak bisa merasa stres.

 

Sama seperti manusia, sugar glider juga bisa stres akibat berbagai sebab, misalnya ketika pindah ke lingkungan baru, kesepian, diajak bepergian, mendapat teman baru di dalam kandang, kehilangan pasangan, mendapat makanan jenis baru, hingga ketika baru disapih. Berikut beberapa tanda stres umum yang harus Anda waspadai.

 

Menggonggong atau “Menangis”

Sugar glider yang stres kerap mengeluarkan suara mirip gonggongan atau tangisan. Ini biasanya terjadi ketika hewan ini kesepian, bosan, atau merasa diabaikan. Solusinya adalah sering mengajak hewan ini bermain atau berinteraksi. Caranya bisa dengan melakukan bonding menggunakan pouch yang dijual di toko khusus seperti AdewapGlider.

 

Bersikap Agresif dan Crabbing

Sikap agresif seperti menggigit, mendesis, atau mencakar adalah gejala umum saat sugar glider dipindahkan ke lingkungan yang belum dikenalnya, misalnya saat baru dibeli. Crabbing adalah suara khas yang dikeluarkan hewan ini saat sedang marah. Semua hal ini bisa dikurangi dengan melakukan bonding.

 

Lelah, Menarik Diri, dan Tidak Bersemangat

Perilaku seperti menarik diri atau nampak lelah dan lesu adalah gejala stres umum ketika sugar glider merasa bosan atau terabaikan. Akan tetapi, ini juga bisa menandakan bahwa hewan tersebut sedang sakit.

 

Kebiasaan Makan yang Janggal

Ada beberapa kebiasaan makan yang harus Anda waspadai pada sugar glider: makan berlebihan (hyperphagia), menolak makan sama sekali (hypophagia), atau memakan kotorannya sendiri (coprophagia). Kebiasaan makan aneh ini bisa menandakan stres akibat kebosanan atau pola makan yang keliru.

 

Khusus untuk perilaku malas makan, ini bisa terjadi ketika sugar glider baru dibeli. Jika proses adaptasinya lancar, hewan ini biasanya akan mulai makan dalam 2-3 hari.

 

Pitak/Luka Karena Perilaku Sendiri

Sugar glider yang stres bisa jadi menggaruk-garuk atau bahkan menggigiti tubuhnya sendiri, sehingga menimbulkan pitak dan luka. Jika ini terus terjadi, Anda harus membawanya ke dokter hewan untuk mendapatkan pengobatan, sekaligus melacak penyebabnya.

 

Memelihara sugar glider joey mungkin memudahkan proses adaptasi, namun memastikan agar hewan peliharaan Anda tidak stres juga penting, tidak peduli berapapun usianya.

Posted on

Ingin Kenalkan Sugar Glider pada Anak? Baca Dulu Ini

Mengajak anak memelihara hewan berguna untuk melatih rasa kasih serta tanggung jawab. Bagi pecinta hewan eksotis, sugar glider harga murah seperti classic grey mungkin menjadi pilihan. Akan tetapi, jangan terlalu cepat membelikan sugar glider untuk si kecil, karena hewan ini bukan pilihan yang terlalu tepat.

 

Ukuran kecil serta kerapuhan membuat sugar glider kurang ideal sebagai hewan peliharaan untuk anak-anak. Selain itu, hewan eksotis ini juga membutuhkan kesabaran dan ketelatenan dalam hal proses bonding, pemberian makan, dan sebagainya. Oleh karena itu, hewan ini kurang disarankan untuk anak-anak, terutama jika orang tua kurang bisa mengawasinya.

 

Jika Anda tetap ingin memperkenalkan sugar glider kepada anak, perhatikan hal-hal berikut ini.

 

Pastikan Anak Bisa Belajar Bertanggung Jawab

Idealnya, Anda bisa memperkenalkan sugar glider saat anak sudah berusia sekitar 11 atau 12 tahun, yaitu saat konsep tanggung jawab yang kompleks sudah bisa ditanamkan. Pada usia tersebut, anak juga bisa diajari melakukan berbagai kegiatan, seperti memotong buah-buahan, membersihkan kandang, hingga melakukan bonding.

 

Lakukan Edukasi Sebelum Mengadopsi

Anda harus sudah mengajarkan anak segala hal tentang sugar glider, seperti kebiasaan, pola makan, hingga cara benar mengajaknya bermain. Anda juga harus menekankan hal-hal yang bisa membuat sugar glider sakit atau stres, mulai dari pola makan keliru, hingga diabaikan oleh pemiliknya. Semua informasi ini bisa diperoleh di situs khusus sugar glider seperti AdewapGlider.

 

Pastikan Orang Tua Siap Mendampingi

Sugar glider adalah hewan yang sensitif, rentan, dan membutuhkan bonding serta pola makan teratur. Sebagai orang tua, Anda harus selalu siap mendampingi anak dalam mengurus hewan ini. Anda harus menemani anak selama melakukan proses bonding, karena sugar glider yang belum beradaptasi mungkin mengeluarkan reaksi yang bisa membuat anak takut.

 

Anda juga harus memerhatikan jadwal belanja dan menyiapkan makanan-makanan selingan untuk hewan tersebut, seperti buah dan sayuran segar. Ajari anak untuk menyiapkan makanan sugar glider sendiri, lengkap dengan porsi yang tepat, agar si anak bisa melakukannya sendiri sekaligus belajar bertanggung jawab.

 

Jika Anda merasa si anak belum siap memelihara sugar glider, jangan ragu menunda keputusan tersebut. Walau sugar glider harga murah banyak tersedia, Anda harus memastikan bahwa semua penghuni rumah sudah siap untuk memeliharanya, termasuk si kecil.

Posted on

Cara Membuat Rumah Lebih Aman untuk Sugar Glider

Memelihara sugar glider membutuhkan berbagai persiapan di rumah. Selain perlengkapan dan makanan khusus binatang sugar glider, Anda juga harus memperhitungkan keamanan rumah. Ketika sugar glider terlepas atau keluar dari kandang, ada banyak hal di rumah yang bisa mendatangkan bahaya.

 

Berikut beberapa cara untuk memastikan sugar glider Anda aman saat berada di rumah.

 

Amankan Kabel Listrik

Sugar glider memiliki gigi cukup tajam dan bisa menggigit menembus kabel. Jika dibiarkan, hewan peliharaan Anda bisa tersengat listrik, dan kabel di rumah pun akan rusak. Amankan semua kabel dan tutupi colokan listrik, terutama di ruangan tempat penyimpanan kandang sugar glider.

 

Hal yang sama berlaku untuk barang elektronik. Pastikan Anda meletakkan benda-benda seperti pemanggang roti, TV, printer, dan sejenisnya di tempat aman, agar sugar glider tidak mudah merusaknya (atau cedera karenanya).

 

Singkirkan Sumber Racun

Saat membersihkan kandang dan ruangan tempat sugar glider sering berada, pastikan Anda tidak menggunakan produk beracun. Simpan juga produk-produk pembersih rumah tangga di tempat aman yang tertutup.

 

Sumber racun lain yang harus diwaspadai adalah tanaman. Berbagai jenis tanaman di pot bisa menjadi sumber racun untuk sugar glider. Anda disarankan untuk tidak menyimpan tanaman di ruang-ruang tempat sugar glider sering berada.

 

Waspadai Celah Lebar

Sugar glider kecil yang kabur bisa menyusup lewat celah sempit, lalu hilang atau mengalami kecelakaan. Pastikan Anda mewaspadai celah-celah yang terlalu lebar di rumah, seperti bagian bawah pintu, celah dinding, lubang ventilasi, hingga celah di antara perabot. Kurangi jumlah celah berisiko di dalam ruangan tempat Anda menyimpan sugar glider.

 

Tutupi Wadah Air Ukuran Besar

Sugar glider sebenarnya bisa berenang, tetapi jika mereka tercebur ke dalam wadah air ukuran besar, mereka akan kelelahan dan tenggelam. Pastikan Anda menutup tempat-tempat penampungan air seperti kloset, akuarium, dan sebagainya yang bisa membuat sugar glider tercebut.

 

Amankan Jendela dan Tirai

Sugar glider bisa memanjat dan menyusup ke luar jendela ketika Anda lengah. Anda bisa mencoba mengamankan jendela dengan kasa (walau sugar glider bisa saja mengunyah kasa ini). Amankan juga tali menjuntai pada tirai, karena bisa mencekik hewan tersebut.

 

Untuk informasi lebih lanjut tentang menjaga keamanan binatang sugar glider, Anda bisa bertanya ke sumber-sumber terpercaya, seperti AdewapGlider.

Posted on

10 Fakta Unik Tentang Sugar Glider

Sugar glider atau yang dikenal dengan nama latin Petaurus Breviceps merupakan salah satu hewan jenis Marsupial (mamalia yang betinanya berkantong) yang hidup di hutan tropis Australia dan Indonesia bagian timur. Meskipun fisiknya mirip dengan bajing, tupai, atau possum, tapi hewan ini masih satu keluarga dengan kangguru.

Bagi yang ingin tahu lebih banyak tentang hewan mungil ini, berikut merupakan beberapa fakta unik tentang sugar glider. Di antaranya,

  1. Bisa terbang

Membran patagia (parasut) yang terbentang di antara kaki depan dan belakang hewan ini mampu membuatnya meluncur (glid) sejauh kurang lebih 50 meter.

  1. Hewan mini

Ukuran badan sugar glider hanya sekitar 17 cm dengan ekor sepanjang 19 cm. Sedangkan beratnya sekitar 115 gram untuk betina dan 140 gram untuk jantan. Bisa dibayangkan betapa mungilnya hewan lucu ini.

  1. Pemakan segala

Meskipun mungil, hewan lucu ini termasuk pemakan segala. Mereka suka menghisap getah pohon, makan biji-bijian, buah-buahan, jamur, telur burung, hingga berburu kadal dan serangga.

  1. Aktif di malam hari

Mata lebar merupakan bekal utama sugar glider untuk melihat saat gelap. Sedangkan telinganya berfungsi untuk mendeteksi lokasi mangsa saat malam hari.

  1. Berkantong

Karena termasuk keluarga kangguru yang berjenis marsupial, sugar glider betina memiliki kantong untuk membawa bayi mereka yang baru lahir hingga berumur 70 hari.

  1. Bersarang di lubang pohon

Di alam liar, hewan yang juga dikenal dengan nama possum melayang ini hidup dan bersarang di lubang pepohonan tua yang telah ditandai dengan urine.

  1. Memiliki jari unik

Sugar glider memiliki empat jari dan satu ibu jari yang saling berlawanan arah. Jari unik tersebut berfungsi sebagai kait yang memudahkan mereka mencengkeram dahan pohon.

  1. Tidak pernah berburu di tanah

Di habitat aslinya, possum melayang bergerak dengan cara meluncur atau melompat dari satu pohon ke pohon lainnya. Karena itulah saat berburu mereka hampir tidak pernah menyentuh tanah.

  1. Aroma khas

Sugar glider jantan memiliki bulu di atas kepala mereka. Bulu tersebut biasanya dioleskan pada pohon dan daun hingga mengeluarkan aroma khas. Aroma tersebut berfungsi sebagai penanda, bahwa tempat tersebut merupakan daerah kekuasaan si jantan.

  1. Berkelompok

Sugar glider termasuk hewan yang suka berkelompok. Dalam satu kelompok biasanya ada sekitar 25 hingga 30 ekor.

Itulah beberapa fakta unik tentang hewan khas Indonesia tersebut. Semoga bermanfaat.

Posted on

Serunya Komunitas Sugar Glider di Indonesia!

Apa sih sebenarnya sugar glider itu?

Sugar glider merupakan hewan asli Indonesia yang berasal dari Papua. Secara fisik, hewan ini mirip dengan tupai dan bajing. Apalagi sugar glider memiliki membran patagia (sayap yang berfungsi sebagai parasut) yang mirip dengan membran pada tupai. Padahal kenyataannya, hewan ini termasuk jenis marsupial dan masih satu keluarga dengan kangguru.

Tidak heran jika selain di Papua, sugar glider juga bisa ditemukan di hutan Australia dan Pulau Tasmania. Meskipun habitat aslinya berada di hutan, tetapi banyak orang yang membudidayakan hewan ini. Di Indonesia sendiri, sugar glider termasuk salah satu hewan yang memiliki banyak peminat.

Bentuk mungil dan wajah lucu merupakan alasan mengapa banyak orang yang ingin menjadikan hewan ini sebagai peliharaan. Apalagi perawatan sugar glider termasuk mudah dan kandangnya tidak memakan banyak tempat. Karena peminatnya cukup banyak, tidak heran jika di Indonesia banyak bermunculan komunitas pecinta sugar glider.

Baik secara online maupun offline komunitas-komunitas tersebut sering sekali mengadakan pertemuan. Pembahasannya pun beragam, mulai dari jenis sugar glider, stabilitas harga, cara perawatan, tips pembuatan kandang, potong kuku gratis, hingga cara melatih untuk hewan lucu tersebut agar bonding dengan owner nya.

Selain membahas segala hal tentang sugar glider, komunitas-komunitas ini memiliki tujuan yang sama. Yaitu untuk mencintai, mengedukasi dan melestarikan populasi berbagai jenis sugar glider di Indonesia. Menurut mereka, daripada hewan ini diburu secara liar dan diperjual belikan sebagai bahan makanan. Lebih baik sugar glider dibudidayakan dan dipelihara sebagaimana hamster, marmut, dan kelinci.

Apalagi menurut data statistik, sekitar 90% sugar glider yang beredar di dunia berasal dari Papua. Hal ini terjadi karena perburuan hewan mungil ini merajalela di sana. Berbeda dengan Australia dan Pulau Tasmania yang memperlakukan sugar glider sebagai hewan langka.Sehingga perburuan liar ditindak secara hukum di negara tersebut.

Keadaan ini tentu saja sangat mengkhawatirkan. Karena jika dibiarkan, populasi hewan asli Indonesia tersebut lama kelamaan akan berkurang. Sebagai salah satu langkah preventif, Komunitas Pecinta Sugar Glider Indonesia (KPSGI) pun dibentuk. Sebagai bentuk keseriusan, komunitas ini tidak hanya bersosialisasi dengan sesama pecinta sugar glider di kota-kota Indonesia.

Tetapi juga berupaya untuk melestarikan hewan tersebut melalui budidaya dan peternakan. Dalam hal ini termasuk pelestarian jenis sugar glider yang langka dan mahal seperti Albino dan Leucistic.

Jadi, apakah Anda tertarik untuk ikut serta dalam upaya pelestarian sugar glider. Jika iya, silahkan bergabung dengan KPSGI regional di kota Anda.